Banyak dari kita yang menganggap karena biaya memulai bisnis di Internet cukup rendah dan situs web yang dipakai sebagai sarana distribusi bisa diakses 24 jam dalam seminggu dan bisa terjangkau dari seluruh pelosok dunia, bisnis di Internet bakal memberikan banyak keuntungan. Mari kita kaji apakah pendapat tersebut memang benar.
Memang harus kita akui bahwa secara relatif, biaya yang dikeluarkan untuk memulai bisnis di Internet cukup rendah. Hanya dengan bekal jutaan rupiah, kita sudah bisa membuat situs web untuk memasarkan barang atau jasa. Namun di sisi lain, kerendahan biaya itu juga lah yang memancing banyak pemain lain untuk bergabung. Dalam istilah strategi bisnis, entry barrier-nya sangat rendah sehingga memancing banyak kompetitor. Dengan banyaknya kompetitor yang masuk, tekanan terhadap harga jual juga semakin besar.
Selain itu, sifatnya yang global membuat calon pelanggan dengan mudah beralih dari satu situs ke situs lainnya. Keberadaan situs pembanding harga seperti Shopping.com atau Froogle dan situs yang memberikan informasi kepada konsumen seperti Epinions.com memberikan kemungkinan yang luas kepada calon pelanggan untuk mendapatkan tawaran yang terbaik. Dalam hal ini, kita bisa katakan bahwa meski perusahaan berbasis Internet bisa menciptakan value yang besar, sebagian value tersebut harus direlakan kepada pelanggannya yang semakin cerdik dan karena tekanan persaingan yang sengit.
Lalu bagaimana menjelaskan beberapa perusahaan seperti eBay, Amazon.com, dan Google yang berhasil sejauh ini?
Apakah mereka berhasil karena menjadi yang pertama? Bukan itu alasannya. Amazon.com bukanlah situs penjual buku pertama. Google juga jelas-jelas bukan search engine pertama.
Apakah mereka adalah yang termurah? Bukan juga. Malah listing fee di eBay termasuk yang termahal di industrinya, dan harga buku di Amazon kadang bisa lebih mahal dari harga yang dipatok kompetitornya seperti B&N.
Lalu apa?
Kita bisa memberikan banyak penjelasan keberhasilan mereka. Namun di artikel ini kita akan membahas keberhasilan mereka melalui konsep network effect.
Network effect adalah konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh Robert Metcalfe. (Ya, Robert Metcalfe yang sama dengan salah satu ahli pada artikel ini.) Lewat hukumnya yang dikenal dengan Metcalfe’s Law, beliau mengatakan bahwa nilai suatu jaringan akan bertambah secara eksponensial dengan bertambahnya anggota jaringan.
Untuk menjelaskan lewat contoh, mari kita lihat eBay. EBay memang merupakan yang pertama di bidangnya, namun menjadi pertama bukan penjelasan terpenting keberhasilannya. EBay berhasil karena berhasil memanfaatkan momentum sebagai yang pertama untuk mendapatkan user sebanyak-banyaknya. Awalnya itu dilakukan dengan menawarkan servisnya secara gratis. Setelah penggunanya mulai banyak, barulah eBay mulai menarik bayaran untuk listing fee. Saat itu, beberapa kompetitor mulai muncul dan beberapa malah menawarkan listing fee gratis. Untungnya buat eBay, saat itu jumlah user situs web-nya sudah mencapai jumlah yang banyak. Malah sewaktu raksasa Yahoo! membuka Yahoo! Auctions dan menawarkan listing fee secara gratis juga, pengaruh terhadap aktivitas di eBay ternyata nyaris tidak ada. Beberapa pemakai eBay yang sempat tergoda tawaran Yahoo! dan beralih ke sana akhirnya kembali ke pangkuan eBay karena yang pembeli tidak bisa menemukan penjual yang banyak; dan yang penjual tidak bisa menemukan pembeli yang banyak.
Di sini kita bisa melihat betapa berharganya network effect. Nilai dari jaringan eBay sudah membengkak sedemikian rupa sehingga walau eBay menaikkan listing fee-nya pun, tidak banyak yang berpikir untuk pindah ke lain hati. Lewat network effect ini, eBay berhasil menciptakan value yang besarnya eksponensial bila dibanding dengan jumlah penggunanya), dan sekaligus mampu mendapatkan sebagian besar dari value tersebut. Dengan kata lain, harga bukan lagi pertimbangan utama untuk pengguna eBay karena manfaat yang mereka dapatkan lewat eBay cukup besar. Menariknya, Yahoo! yang belajar dari pengalaman tersebut berhasil membalikkan keadaan sewaktu masuk ke Jepang. Yahoo! masuk ke Jepang mendahului eBay dan itu lah pasar satu-satunya dimana eBay kalah bersaing sehingga akhirnya eBay memutuskan keluar dari Jepang. Pentingnya network effect dalam industri online auction ini membuat eBay dan Yahoo! berusaha saling mendahului masuk ke pangsa pasar regional lainnya walau awalnya mereka harus merugi terlebih dahulu.
Network effect ini juga menjelaskan sebagian keberhasilan Amazon.com dan Google, walau tidak sepenting di eBay. Amazon.com, seperti kita ketahui, menyediakan kesempatan para pembeli untuk memberikan ulasan (review) terhadap barang-barang yang sudah dibelinya. Ulasan-ulasan itu menjadi salah satu faktor penting para calon pembeli untuk memutuskan barang apa yang hendak dibelinya. Keberhasilan Amazon.com memikat para pembelinya memberikan ulasan secara tidak langsung telah membentuk network effect tersendiri yang sulit dikejar para kompetitornya. Yang ingin membaca ulasan tentang buku akan pergi ke Amazon.com, sedangkan yang ingin menulis ulasan akan menulis di Amazon.com karena pembacanya lebih banyak.
Keberhasilan Google mendapatkan iklan lewat program AdWords dan AdSense-nya juga bisa diterangkan dengan network effect. Karena banyak pemilik situs web yang telah menjadi rekanan Google (atau biasanya disebut affiliates) lewat program AdSense untuk menjual iklan di situs mereka, para pemasang iklan (advertisers) mau tidak mau harus memasang iklan lewat program Google yang disebut AdWords. Dan karena banyak pemasang iklan di Google, lebih banyak lagi yang ingin menjadi affiliates Google sehingga tercipta semacam virtous circle.
Contoh keberhasilan network effect bukan saja berlaku untuk perusahaan sebesar eBay atau Google. Di tingkat yang lebih kecil situs seperti Craig’s List berhasil memanfaatkan efek ini untuk menjaring komunitas kota San Francisco untuk saling memberikan informasi. Situs ini kemudian berkembang untuk melayani kota-kota lain. Ujung-ujungnya eBay sampai tertarik untuk berinvestasi di sana dengan membeli sekitar 25% saham. Ada pula Webmaster World dan Slashdot yang menjadi ajang komunikasi untuk komunitas yang dilayaninya. Contoh terbaru adalah situs social networking seperti Friendster dan MySpace.
Walau network effect tidak bisa menjelaskan semua kisah sukses di Internet, perusahaan dot-com yang berhasil menciptakan network effect memiliki peluang untuk sukses berkelanjutan secara signifikan. Untuk perusahaan konvensional, network effect ini juga bisa dipakai walau Internet menyediakan ruang dan tempat yang lebih sesuai untuk menciptakan network effect. Salah satu contoh perusahaan konvensional yang berhasil lewat efek ini adalah Yellow Pages. Dengan menyediakan informasi para pengiklan lokal untuk didistribusikan kepada para pelanggan telepon, perusahaan ini mampu mempertahankan dominasinya secara konsisten dan nyaris tanpa saingan berarti. Network effect ini juga merupakan alasan mengapa perusahaan jaringan mobile phone menawarkan paket supermurah di masa-masa promosi untuk pendaftaran nomor baru, terutama untuk talk time antar sesama pengguna dari jaringan yang sama. Selain itu, konsep seperti ATM Bersama atau SMS antar operator juga didasarkan atas prinsip serupa.