Hai, perkenalkan kami adalah indie games developer. Team kami yang terlibat adalah orang-orang yang mecintai dunia game programming dan arts. Saat ini sudah membuat sekitar 4-5 games Pocket PC dan 7 games Javagames dan 1 games commercial online di Internet untuk kepentingan satu ISP di Indonesia.
Revenue didapat dari penjualan internet retail dan project based. Terus terang saja, revenue dari bisnis ini masih belum seperti yang diharapkan, tapi kami masih optimis dan tetap mecintai apa yang kita lakukan. Kami memiliki keinginan untuk membuat online games ataupun high quality games, kami juga mengetahui bahwa keinginan kami ini pastinya membutuhkan funding/investment yang besar sekali, oleh karena itu kami berpikir untuk mendapatkan sponsorship pihak lain untuk membantu kami.
Kami tahu bahwa membuat games dan memasarkannya di Indonesia adalah hal yang tidak mungkin karena culture masyrakat indonesia yang sudah terbiasa mendapatkan games bajakan dengan harga murah dan gratis tidak akan bersedia membeli games dengan harga original. Oleh karena itu, kami mencoba untuk mendapatkan bantuan dari sponsorship untuk funding/investment dan menutupi cost development selama pembuatan games kami. sebagai kompensasinya, kami akan meletekaan brand/product placement dalam content games kami.
Hal ini sedang kami lakukan saat ini (July 2006) dan hasilnya kami belum tahu pasti akan berhasil atau tidak. Saat ini sedang mencari media buyer yang berminat memanfaatkan media kami sebagai media advertising. Kami juga mencoba mengerahkan teman-teman untuk membantu kami dalam memasarkan games kami kepada para media buyer. Kami sudah mempersiapkan proposal dokumen dan informasi untuk para marketer kami yang dapat didownload di internet di halaman:
http://www.max-studio.net/ProposalSponsorshipUntukGamesBACE.pdf
http://www.max-studio.net/MAXMarketingProgram-Mission1-BACE.pdf
Kami tidak tahu, apakah strategi ini akan berhasil atau tidak saat ini. Kami hanya mencoba mencari dana untuk membuat “hasil-karya” yang dapat mengaktualisasikan skill/knowledge/sense of arts kami dalam bentuk aplikasi games software. tidak jelas apakah target ke perusahaan dalam negeri atau luar?
Komentar dari It Pin:
Kasus ini memperlihatkan kurangnya dukungan terhadap inovasi di Indonesia. Selain tiadanya kepastian hukum yang melindungi intellectual property, para inovator di Indonesia juga kesulitan mendapatkan modal kerja seperti dari angel investor atau modal ventura.
Saya sudah melihat sekilas proposal yang ditulis. Tanpa membahas angka-angka dalam proposal secara terperinci, menurut saya, apa yang harus kalian lakukan adalah mencoba melihat dari sisi media buyer dan konsumen terlebih dahulu. Belakangan ini, iklan dalam games memang mulai populer, terutama di Amerika Serikat. Akan tetapi, iklan jenis ini menghadapi kendala dalam hal metrik untuk mengukur efektivitasnya. Bila kita beriklan di koran atau majalah, misalnya, kita dengan mudah mengetahui jumlah oplah yang beredar. Metode untuk mengukur jumlah pemirsa TV dan radio juga bisa dilakukan, walau tidak terlalu akurat. Metrik semacam itu lah yang dibutuhkan oleh para marketer dalam menilai efektivitasnya. Tiadanya metrik untuk memverifikasi klaim yang dibuat pengembang games akan menyulitkan mereka untuk melakukan pengukuran dan memberikan pertanggungjawaban kepada pihak manajemen. Selain itu, sebagai media iklan baru, para marketer masih menyimpan ketakutan untuk mencoba.
Sementara itu dari sisi konsumen, kalian juga harus bertanya, apakah memasukkan iklan-iklan yang tidak berhubungan dengan pengalaman bermain games akan mengganggu? Adalah berbeda bila tokoh dalam sebuah role playing game membeli minuman di vending machine Coca Cola dibanding dengan iklan Coca Cola yang muncul selama 1-2 detik tanpa alasan yang jelas. Dalam kasus pertama, adanya vending machine tersebut membuat pengalaman bermain lebih mirip dengan dunia nyata, sementara pada kasus kedua, iklan adalah pengganggu yang tidak diharapkan. Bila pemain merasa terganggu maka sulit diharapkan mereka bersedia menyebarkan game tersebut ke teman-teman mereka.
Di samping itu, walau teknik viral marketing bisa diterapkan pada kasus di atas, ada kecendrungan pasar mulai terbiasa dengan teknik ini sehingga untuk mampu menciptakan game yang memiliki efek viral, dibutuhkan kreativitas yang lebih tinggi. Mengandaikan game tersebut akan di-forward oleh para pemainnya ke teman-teman mereka hanya karena itu bisa dilakukan bukanlah asumsi yang kuat bila tidak didukung oleh isi game itu sendiri yang tentunya harus unik dan menarik. Karena belum melihat langsung game yang kalian maksud, saya tidak bisa berkomentar lebih jauh di sini.
Tentu saja saya tidak mengatakan ide kalian tidak bagus. Ide bagus hanya langkah awal. Implementasi yang bagus jauh lebih sulit. Dan tanpa mengetahui cara berpikir dari calon klien media buyer dan pengguna, kalian jelas akan menghadapi kesulitan untuk meyakinkan mereka untuk mencoba. Hanya dengan mengetahui keberatan-keberatan dan cara berpikir dari sisi mereka, kalian mungkin bisa merancang suatu pendekatan yang lebih memiliki kemungkinan untuk berhasil di pasar.
Terlepas dari strategi di atas, apa yang harus kalian lakukan adalah melakukan reframing ulang terhadap masalah yang kalian hadapi. Jangan terpaku pada strategi di atas. Cobalah ajukan pertanyaan ‘mengapa‘ terus menerus untuk mendapatkan alternatif-alternatif yang lebih banyak. Misalnya, tanyakan “Mengapa kita butuh sponsor?“. Jawaban tersebut jelas, “Untuk mencari dana.” Setelah itu, lakukan brainstorming untuk mencari alternatif-alternatif lain mendapatkan dana. Tetapi jangan berhenti sampai di sana. Tanyakan lagi, “Mengapa butuh dana?“. Misalnya jawaban sekarang adalah, “Untuk bertumbuh dan berkembang.” Lalu, lakukan lagi brainstorming untuk mencari alternatif-alternatif lain untuk bertumbuh dan berkembang. Setelah itu tanyakan lagi “Mengapa….” sampai kalian merasa jawaban yang didapat sudah terlalu melebar. Kumpulkan jawaban-jawaban yang ada, dan niscaya kalian akan mendapatkan alternatif solusi-solusi yang lebih kaya dan tidak terjebak dalam sudut pandang yang sempit. Petunjuk untuk melakukan brainstorming yang lebih efektif bisa dibaca di sini.
Selain itu, cobalah definisikan apa kompetensi inti kalian, siapa saja kompetitor kalian (ini bisa agak sulit karena tergantung seberapa luas pasar yang ingin kalian geluti), dan peluang pasar apa saja yang tersedia. Intersection antara ketiga hal inilah yang merupakan sweet spot untuk kalian eksplorasi lebih jauh sebagai potensi pertumbuhan. Tanpa melakukan analisa seperti ini, nasib kalian hanya akan tergantung pada belas kasihan lingkungan luar.
Tanpa berusaha menyederhanakan tantangan yang sedang kalian hadapi, kelihatannya kreativitas adalah salah satu unsur penting dalam bidang yang sedang kalian geluti. Tidak bisa tidak, kalian harus selalu mengeluarkan ide-ide kreatif, baik dalam hal distribusi produk, pencarian dana, atau dalam perancangan games itu sendiri. Karena itu, tidak ada salahnya kalian menginvestasikan waktu dan tenaga untuk mempelajari teknik-teknik untuk menghasilkan ide-ide kreatif, baik melalui buku-buku atau pelatihan terkait lainnya.
Akhir kata, saya benar-benar mengagumi apa yang sudah kalian rintis. Kalian berhasil menemukan bidang yang benar-benar kalian sukai dan kuasai, dan telah mampu menciptakan penghasilan dari sana. Alangkah baiknya bila usaha kalian bisa terus maju dan maju. Selamat mencoba terus…
Saya juga mengundang pembaca lain memberikan komentar, terutama yang berkecimpung di dunia yang sama.
(Untuk para pembaca lain yang memiliki masalah yang berkaitan dengan strategi inovasi dan bisnis, dan ingin dikonsultasikan di blog ini, silakan baca ketentuannya di sini.)