eXTReMe Tracker
if knowledge is power, then passion is the engine, body is the vehicle, and conscience is the driver

Blog ini sudah pindah ke http://www.nexusnexia.com

July 29, 2006

Telepati dengan komputer

Filed under: Mind & Thinking, Current Events — itpin @ 8:25 am

Ide tentang komputer yang bisa langsung membaca pikiran manusia bukan lagi monopoli film-film sci-fi Hollywood. Majalah Business 2.0 minggu ini menerbitkan artikel berjudul “Surfing the Web with Nothing but Brainwaves.” Artikel ini membahas bagaimana penderita cacat tubuh telah mampu bermain video games, mengontrol lengan robotik, dan menghidupkan/mematikan TV hanya dengan memakai otak mereka. Otak tersebut tentunya dihubungkan dengan komputer melalui chip yang ditanam di otak. Komputer tersebut akan membaca pola elektrik di otak untuk diterjemahkan menjadi perintah yang sesuai.

Sony dikabarkan sedang mengembangkan sistem games yang memanfaatkan gelombang otak tanpa implan. Tidak kurang dari 200 perusahaan sedang berpacu di arena ini. Di masa depan yang mungkin tidak terlalu jauh, penulis artikel ini mengatakan, kinerja komputer yang semakin meningkat (dan bila komputer kuantum telah dipasarkan), kita cuma perlu memakai ikat kepala yang memungkinkan telepati antara otak dengan komputer.

Bagaimana kira-kira implikasi penemuan tersebut kelak, bila dilihat dari segi agama, moral, hukum, pendidikan, ekonomi, dan bidang-bidang lainnya?

Silakan klik link ini untuk membaca artikel tersebut lebih jauh.

• • •
 

July 28, 2006

Brainstorming (2)

Filed under: Creative Thinking, Group Thinking — itpin @ 5:52 pm

Beberapa waktu lalu, saya sempat menulis mengenai brainstorming. Kebetulan hari ini saya membaca sebuah tulisan di edisi online Business Week dengan tema yang hampir sama. Artikel tersebut juga menegaskan pentingnya menggabungkan antara brainstorming pribadi dengan brainstorming kelompok. Selain itu, masih ada tips-tips lain yang sangat berguna.

Bagi yang tertarik untuk membaca lebih lanjut, silakan klik link ini.

• • •
 

Meme

Filed under: Mind & Thinking, Belief Systems, Group Thinking — itpin @ 1:57 pm

Richard Dawkins dari Oxford University, tak pelak lagi, adalah salah satu orang yang paling dibenci kalangan orang-orang beragama. Bila kalangan ateis memiliki nabi, maka Dawkins pasti merupakan salah satu nabi besar mereka. Lewat teorinya tentang selfish gene, Dawkins seorang diri berhasil menghilangkan banyak kelemahan teori Darwin dan sekaligus meruntuhkan banyak kritik dari kalangan beragama terhadap teori evolusi. Para pemuka agama yang sekarang ingin menentang teori evolusi terpaksa mempelajari buah pemikiran Dawkins untuk mencari kelemahannya. (Salah satu penentang Dawkins yang paling populer adalah rekannya dari Oxford sendiri, ahli teologi Alister McGrath.)

Teori evolusi memang menjadikan Dawkins terkenal. Namun, tak kalah pentingnya, Dawkins juga memperkenalkan istilah meme (baca: mim), yang merupakan ekivalen gen untuk nilai-nilai budaya. Istilah yang pertama kali diperkenalkan dalam buku The Selfish Gene ini mulai populer dan sudah sering masuk dalam literatur yang berkaitan dengan budaya dan berpikir. Karena popularitasnya, cabang ilmu baru yang disebut memetika dilahirkan khusus untuk mempelajari meme ini.

Untuk memperjelas arti meme, kita bisa berpaling pada cara kerja gen manusia (atau makhluk hidup lainnya). Gen makhluk hidup akan menggandakan diri terus menerus untuk menjaga kelangsungan hidup spesies-nya. Meme, bekerja dengan prinsip yang sama pada tataran ide-ide dan nilai-nilai. Meme-meme, menurut Dawkins, juga saling bersaing untuk hidup abadi. Sebagaimana halnya gen, meme akan melalui proses seleksi yang ketat. Meme yang gagal melewati proses seleksi akan punah, sementara yang bertahan akan hidup panjang (atau abadi). Contoh meme yang paling sering disinggung Dawkins tentu saja meme agama, tetapi bisa juga diperluas ke ideologi lainnya yang tidak berkaitan dengan agama (kapitalisme, sosialisme, kapitalisme, rasionalisme, empirisme), iklan-iklan yang berusaha menyusupkan klaim mereka ke dalam benak kita, lirik lagu-lagu, gosip, takhayul, dlsb.

Mengapa meme ini penting untuk kita ketahui? Kita coba berpaling ke bidang psikoanalisa sejenak. Menurut Sigmund Freud, selalu ada dua kekuatan yang bersaing untuk mengontrol ego kita. Yang satu disebut id, yang merupakan dorongan-dorongan primitif manusia yang selalu mencari kepuasan. Hasrat seksual dan agresi termasuk dalam kategori ini. Di sisi lain, ada yang disebut sebagai super-ego, yang berwujud nilai-nilai budaya dan moral. Id dan superego ini selalu berseberangan dan berusaha mempengaruhi ego yang berusaha menjaga keseimbangan psikis kita. Bila gen membentuk fisik kita, maka ego, id, dan super-ego membentuk psikis kita.

Dalam konteks gen dan meme, id bisa dianalogikan sebagai hasil pemrograman gen manusia yang diwariskan turun temurun; sementara super-ego sendiri adalah hasil pemrograman meme. Sekarang kita bisa melihat bagaimana gen dan meme bekerja sama membentuk diri kita. Dengan kata lain, melalui pengertian terhadap meme, kita akan lebih mengerti bagaimana budaya dan ide-ide membentuk diri kita.

(Catatan: Memang korelasi id/gen dan meme/super-ego tidak sesempurna itu. Ada beberapa meme yang bisa jadi justru mendukung id, dan mungkin ada beberapa gen yang menjadikan kita makhluk yang bermoral. Klasifikasi ego, id, dan super-ego kadang juga dianggap terlalu simplistik. Namun akan sulit untuk menjelaskan meme dan pengaruhnya terhadap kita tanpa memberikan analogi di atas.)

Sekarang setelah Anda memiliki gambaran tentang apa itu meme, bisakah Anda menyebut meme yang sedang menggandakan diri di kepala Anda saat ini?

Jawabannya: Meme tersebut adalah konsep meme itu sendiri, yang ditularkan kepada Anda melalui posting ini.

• • •
 
Next Page »