‘Confirmation bias’ dan kreativitas
Katakanlah Anda diberi deretan kartu seperti di bawah ini:
E, 8, N, 3, 6
Anda diberitahu bahwa di belakang setiap kartu ada huruf/angka lainnya. Anda juga diminta untuk memverifikasi sebuah aturan dengan membalikkan 3 buah kartu. Aturan tersebut adalah: di belakang setiap huruf hidup selalu ada angka genap (misalnya: A/2, O/4, I/8). Kartu-kartu manakah yang akan Anda balikkan?
Coba pikirkan dulu baik-baik sebelum membaca lebih lanjut untuk menentukan ketiga kartu yang harus dibalik untuk memverifikasi kebenaran aturan tersebut.
Sekarang kita bahas jawaban Anda.
Bila salah satu jawaban Anda adalah ‘E’, selamat. Jawaban tersebut adalah jawaban mayoritas orang-orang yang pernah mendapatkan tes serupa, dan tentu saja itu adalah jawaban yang benar. Bila di balik ‘E’ Anda menemukan angka ganjil, maka Anda berhasil membuktikan bahwa aturan di atas salah.
Yang menarik adalah dua jawaban berikutnya. Jawaban terpopuler kedua dan ketiga ternyata adalah angka ‘8′ dan ‘6′. Padahal kedua kartu tersebut tidak membuktikan apa-apa. Kalau di balik ‘8′ atau ‘6′ adalah huruf hidup, Anda hanya akan memperkuat keyakinan Anda bahwa aturan tersebut benar. Sebaliknya bila di balik angka ‘8′ tersebut adalah huruf mati, apa yang bisa Anda buktikan? Toh aturannya berbunyi: Di belakang kartu huruf hidup selalu ada angka genap (dan bukan sebaliknya).
Pilihan yang benar seharusnya ‘3′ dan ‘N’. (Sebagian dari Anda mungkin akan bertanya: Kenapa ‘N’? Bukankah ‘N’ adalah huruf? Ya, memang. Tapi siapa yang pernah mengatakan di balik huruf tidak boleh ada huruf lainnya?) Pada kedua kartu tersebut, bila di baliknya terdapat huruf hidup, aturan tersebut salah. Sebaliknya bila di balik ‘3′ dan ‘N’ bukan huruf hidup, maka aturan bersangkutan terbukti benar seratus persen.
Hasil tes ini membuktikan bekerjanya confirmation bias pada pikiran kita. Ketika dihadapkan pada sebuah masalah atau kondisi, kita cenderung mencari bukti-bukti untuk membenarkan pendapat atau keyakinan kita sebelumnya. Dalam kasus di atas, kita lebih tertarik untuk membuktikan bahwa aturan tersebut benar dengan membalikkan angka genap ‘8′ dan ‘6′. Sementara itu, strategi yang benar adalah berusaha menemukan apakah ada kondisi yang membuat aturan tersebut salah. Bila kesalahan tidak ditemukan, barulah aturan tersebut bisa dibenarkan.
Dalam hidup sehari-hari kita dengan mudah bisa melihat bekerjanya confirmation bias. Bila Anda mencurigai pembantu Anda telah mencuri perhiasan Anda, segala tindak tanduknya akan kelihatan seperti seorang pencuri. Bila Anda mencurigai pasangan Anda berselingkuh, segala tindak tanduknya menunjukkan indikasi perselingkuhan.
Bias ini juga berpengaruh terhadap kreativitas. Kenapa? Solusi kreatif terhadap sebuah masalah biasanya bukan datang pada alternatif pertama atau kedua yang melintas di otak kita. Alternatif awal tersebut umumnya adalah solusi yang sudah kita kenal sebelumnya. Untuk mencari alternatif yang kreatif, kita umumnya harus menggali lebih jauh. Semakin jauh Anda menggali, semakin kreatif ide yang dihasilkan. Kalau Anda tidak percaya, cobalah daftarkan alternatif solusi untuk masalah Anda saat ini di selembar kertas (atau ketik di komputer). Tuliskanlah sebanyak mungkin alternatif yang muncul dalam 15-30 menit. Setelah itu periksalah. Anda akan menemukan solusi yang terletak di baris bawah pada umumnya lebih kreatif dibanding yang ditulis di baris-baris atas.
Confirmation bias akan menghambat kita mencari alternatif-alternatif lainnya ketika kita sudah menemukan alternatif pertama yang kelihatannya cukup baik. Persis seperti alasan kita membalikkan kartu ‘8′ dan ‘6′ di atas, begitu solusi pertama didapatkan, pikiran kita secara otomatis akan mencari bukti-bukti untuk mendukung solusi tersebut, dan bukannya berusaha mencari bukti-bukti yang bertentangan. Karena energi mental kita sudah diarahkan untuk mendukung solusi awal tersebut, kita kehilangan motivasi untuk mencari lebih jauh alternatif-alternatif lain yang mungkin lebih baik. Kesimpulannya: bila Anda ingin kreatif, waspadalah terhadap confirmation bias.
Seperti bias-bias kognitif lainnya, confirmation bias memiliki fungsinya sendiri, yaitu mengurangi beban kerja pikiran kita (pada kebanyakan kasus). Namun dengan mengenali kapan bias ini memberikan dampak negatif (misalnya bila kita ingin mencari ide-ide kreatif), kita bisa secara sadar menghentikan bias ini untuk sementara.