eXTReMe Tracker
if knowledge is power, then passion is the engine, body is the vehicle, and conscience is the driver

… tentang inovasi dan berpikir holistik

December 5, 2006

Contoh-contoh inovasi Indonesia

Filed under: Innovation — itpin @ 7:20 am

Setelah membicarakan beberapa contoh inovasi asli Indonesia lewat kisah-kisah Robby Tjan, Umar Hasan Saputra, PT Holcim Indonesia Tbk., dan J.CO, saya ingin memberikan beberapa contoh inovasi lainnya yang berasal dari Indonesia.

  • Layanan korporat dari XL. Persaingan antar operator telepon mobile, dan juga antara GSM dan CDMA membuat XL melirik ke pasar korporat. Perusahaan ini meluncurkan layanan Office Zone dan GSM PABX yang cukup inovatif. Lewat fasilitas terbaru XL tersebut, XL berfungsi sebagai “extention” sistem komunikasi perusahaan. Staf perusahaan yang memakai layanan ini bisa menelepon ke kantor pusat tanpa dikenakan biaya sama sekali selama masih berada pada zona yang ditentukan. Keluar dari zona tersebut, dikenakan biaya flat fee yang masih cukup murah. Solusi ini termasuk inovatif karena didasarkan atas kebutuhan korporat yang selama ini jarang diperhatikan. Solusi ini juga mampu menghemat biaya komunikasi korporat, dan sekaligus menjamin pendapatan untuk XL dari segmen yang cukup loyal tersebut.
  • Ovale dari PT KinoCare. Produk ini dianggap inovatif karena menggabungkan dua produk, yakni: krim pembersih (face cleansing milk) dan penyegar (face toner) dalam satu produk. Perusahaan ini juga meluncurkan Ovale Maskulin yang ditawarkan untuk para pria pengendara kendaraan bermotor di Indonesia yang jumlahnya cukup besar.
  • Produk-produk elektronik dari PT Hartono Istana Teknologi (HIT). Produsen Polytron ini telah melahirkan beberapa inovasi yang pantas untuk dicatat, antara lain teknologi Singasong (teknologi audiovisual di dalam kaset audio), kulkas dua fungsi (pendingin dan penghangat), dan TV Xcel Home Theater yang sudah dilengkapi dengan perangkat home theater dan DVD player. Inovasi dan kualitas Polytron membuat banyak pembeli yang tidak tahu jika merek ini adalah merek lokal.
  • Sabun Harmony dan Lervia dari PT Megasurya Mas. Sabun beraroma buah ini bukan saja diterima di Indonesia, namun sudah diekspor ke mancanegara. Di India dan beberapa negara Timur Tengah, merek Harmony cukup disegani. Bahkan, di negara Turki, nama Harmony sudah identik dengan kategori sabun bearoma buah. Selain Harmony, Megasurya Mas juga memproduksi Lervia Milk Soap, sabun mandi dengan ekstrak susu dan moisturizer yang juga sudah diekspor ke lebih dari 30 negara.
  • Suplemen Stimuno dari PT Dexa Medica. Suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh ini menggunakan tumbuhan khas Indonesia, meniran. Meniran, sebagaimana sudah diuji di laboratorium, mampu mengobati infeksi kronis dan viral. Saat ini, produk tersebut juga sudah diekspor ke negara-negara ASEAN lainnya seperti Kamboja, Vietnam, dan Singapura.

Contoh-contoh di atas berasal dari perusahaan-perusahaan yang relatif besar. Tapi itu tentu tidak berarti inovasi tidak bisa dilahirkan dari individu-individu yang sebelumnya tidak memiliki pengalaman di dunia bisnis. Silakan simak 3 contoh di bawah ini:

  • Smart Diva. Dua sahabat keturunan blasteran yang kebetulan berhobi sama Jessica Schwarze dan Amanda Sari mendapatkan ide untuk membuka usaha penyewaan tas pesta. Meski ide ini sudah dijalankan sebelumnya di US, namun ide tersebut mereka dapatkan sebelum mengetahui tentang perusahaan di US tersebut. Mereka juga mengatakan bahwa ide ini adalah yang pertama kali dijalankan di Asia. Meski agak ragu-ragu di awalnya, bisnis yang diberi nama Smart Diva ini sekarang sudah dikenal di Jakarta.
  • PT Suwastama. Kala orang-orang melihat enceng gondok sebagai sesuatu yang mengganggu, perusahaan ini justru melihatnya sebagai bahan baku untuk kerajinan tangan. Produk enceng gondok tersebut bukan saja sudah diekspor ke mancanegara, tetapi perusahaan ini juga merangkul ribuan perajin di sekitarnya dan memberi mereka bantuan fasilitas kepemilikan rumah.
  • The Electronic Doctor Indonesia (EDI). Ide Henry Indraguna ini pantas diacungi jempol. Dengan membebankan biaya keanggotaan Rp. 100.000,-, pelanggan akan mendapatkan garansi servis setahun penuh untuk satu jenis produk elektroniknya. Untuk menjaga kualitas, Henry menjamin pemakaian spare parts asli. EDI ini juga diwaralabakan ke kota-kota lain di Indonesia.

Lewat beberapa contoh di atas, saya ingin menunjukkan bahwa inovasi demi inovasi sebenarnya bisa dilahirkan di Indonesia. Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi seorang inovator. Teknologi tinggi dan perlindungan hak cipta tidak dibutuhkan dan ketiadaan perlindungan hukum tersebut tidak boleh dijadikan alasan. Inovasi yang sebenarnya justru bertitik tolak dari kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi dan mencari cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara-cara yang lebih baik dari kompetitor Anda.

Pengetahuan terhadap kebutuhan lokal (seperti Ovale dan Teh Sosro) mampu dijadikan alat bersaing dengan perusahaan multinasional yang terkadang kurang sensitif terhadap perbedaan konsumen Indonesia dengan konsumen negara asalnya.

Memang, tidak ada juga yang berani menjamin semua inovasi akan menghasilkan keuntungan. Secara statistik, malah lebih banyak inovasi yang gagal. Beberapa produk/layanan di atas yang sekarang menguntungkan pasti akan mengalami masa-masa surut suatu saat nanti. Inovasi hari ini akan menjadi produk umum di kemudian hari, apalagi dengan cepatnya peniruan saat ini. Akan tetapi, kegagalan dan pasang surut tersebut memang dibutuhkan sebagai upaya pembelajaran. Kegagalan sesungguhnya justru terjadi bila kita takut mencoba karena takut gagal.

Daftar di atas tentu saja jauh dari lengkap, apalagi yang ditampilkan hanya para inovator produk, sementara inovasi proses yang tak kalah pentingnya belum terwakili pada daftar di atas. Bila ada pembaca yang ingin memberikan contoh lain, silakan tambahkan di bagian komentar.

• • •
 

1 Comment »

  1. […] Indonesia saat ini sudah punya satelit yang dibuat oleh orang Indonesia sendiri bukan hasil pesanan. Namanya LAPAN-TUBSAT (Lapan-Technical University of Berlin Satellite). Satelit yang berukuran 45 x 45 x 27 centimeter ini berisi sebuah kamera dan diluncurkan dari India. Satelit ini menggunakan S-band untuk komunikasi dengan stasiun bumi. Fungsi dari satelit ini memang ga hebat-hebat amat sih tapi hal terpenting adalah untuk belajar mengendalikan satelit dan kita sudah bisa membuat satelit sendiri. Seharusnya kita bangga bahwa sudah banyak produk yang dihasilkan oleh anak bangsa sebut saja polytron (baru tahu klo polytron adalah asli Indonesia setelah baca posting dari itpin), national (yang sekarang national panasonic) dan baterai ABC. Bagaimana dengan marvell ? Sudah banyak inovasi yang dibuat oleh anak bangsa tetapi mengapa masih banyak yang memakai produk luar negeri. Inovasi lainnya seperti di kompas ini. Balik lagi ke soal satelit, harapannya sih agar pengembangan satelit Indonesia terus berjalan. Banyak juga produk Indonesia yang sudah launching namun hingga saat ini tidak ada kelanjutannya. Sebut saja di dunia distro seperti WinBi, Komura, dan BlankOn. Bahkan di distrowatch WinBi dimasukkan dalam kategori discontinued. […]

    Pingback by my own log » Blog Archive » Satelit Indonesia sudah mengudara — January 12, 2007 @ 7:21 pm

RSS feed for comments on this post. | TrackBack URI

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.