Ary Ginanjar Agustian dan ESQ
Ary Ginanjar Agustian. Siapa yang belum pernah mendengar namanya? ESQ (emotional spiritual quotient)? Itulah karya besar Ary yang juga sudah pasti dikenal kita semua. Pelatihan ESQ, yang merupakan gabungan antara pelatihan SDM dengan ayat-ayat suci Alquran, bukan saja sudah merakyat dan diikuti oleh sekitar 250 ribu peserta (termasuk para pejabat tinggi negara), namun sudah diekspor ke negara-negara seperti Malaysia.
Sukses Ary dan ESQ-nya tersebut tentu tidak datang dengan mudah. Pria kelahiran tahun 1965 tersebut mengaku tidak puas dengan pelajaran agama yang diperolehnya sejak SMP. Dia bahkan sempat mempertanyakan eksistensi Tuhan. Untung saja kegelisahan tersebut berhenti ketika dia bertemu seorang ulama Bali, KH Habib Adnan, yang mengajarinya Islam dengan metode berpikir bebas (free thinker). Sepulang dari Mekkah, lulusan TAFE College Adelaide (Australia) ini mencurahkan pergelutan dan kegelisahannya dalam sebuah buku.
Namun siapa Ary waktu itu? Buku tersebut ditolak oleh penerbit-penerbit besar. Tidak putus asa, Ary akhirnya memutuskan menerbitkan sendiri buku tersebut lewat perusahaan yang didirikannya, PT Arga. Buku tersebut, ESQ: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual itu ternyata laris manis dan hingga akhir tahun lalu sudah terjual lebih dari 500.000 eksemplar. Luar biasa.
Pencapaian Ary tidak berhenti sampai di situ. Setelah sukses meluncurkan buku perdananya, Ary mulai menyusun kurikulum pelatihan ESQ selama 3 hari. Pelatihan tersebut dirancang semenarik mungkin dengan menggunakan sound system dan fasilitas multimedia lainnya. Bukan itu saja, Ary juga meminta perlindungan hak paten atas metodenya. Menurut Ary, dia meminta hak paten tersebut setelah pelatihan diberikan sebanyak 1000 kali. Metode pelatihan tersebut distandarkan sehingga kata-kata dan intonasi para trainer yang mengajarkan metode ini harus sama. Saat ini, Ary memiliki sekitar 50 orang trainer yang siap membantunya.
Kisah sukses Ary dan ESQ-nya tentu layak kita pelajari. Dalam bingkai pembahasan inovasi, ESQ jelas merupakan sebuah inovasi yang berhasil. Apa kira-kira rahasia sukses Ary? Mari kita analisis bagaimana Ary berhasil menerapkan beberapa prinsip inovasi yang sudah sering kita bahas di blog ini.
Pertama, Ary sukses menggabungkan metode pelatihan SDM dengan ayat-ayat Alquran; antara kecerdasan emosional dan spiritual dengan kebutuhan dunia kerja yang berorientasi pencapaian keuntungan ekonomis; antara ajaran-ajaran Islami dengan realitas sehari-hari di dunia kerja yang bersifat universal. Penggabungan-penggabungan dua atau lebih konsep yang berbeda tersebut jelas merupakan ciri kreativitas dan inovasi. Memang penggabungan seperti itu kadang menimbulkan masalah, terutama bila produk baru yang dihasilkan tidak bisa dimasukkan dalam kategori produk yang sudah dikenal luas sebelumnya. Ary sendiri menghadapi masalah tersebut ketika toko-toko buku tidak tahu harus menaruh buku ESQ-nya di bagian mana. Kalau ditaruh di bagian agama, buku tersebut adalah buku tentang SDM. Kalau ditaruh di bagian SDM, buku tersebut berisi ayat-ayat Alquran. Akhirnya, buku tersebut dengan terpaksa ditaruh di bagian Best Sellers. Sebuah kemujuran? Ya, bisa jadi memang demikian. Tetapi, bukankah banyak inovasi kelas dunia yang sukses juga berawal dari kemujuran?
Kedua, inovasi ESQ tersebut diperoleh dari penjelejahan ke dalam diri Ary sendiri. Inovasi produk terbaik, tentu saja adalah inovasi yang bersifat unik dan sulit ditiru, tetapi tetap dihargai banyak orang. Dengan menciptakan sesuatu dari pengalaman dan pergelutan diri sendiri, produk Ary tersebut jelas unik dan sulit ditiru oleh orang lain. Selain itu, ternyata jawaban yang diperoleh dari pergelutan tersebut juga merupakan jawaban yang banyak dicari-cari orang lain. Dan karena ESQ adalah hasil pergelutan Ary sendiri selama bertahun-tahun, Ary jelas menyimpan passion yang sangat tinggi terhadap hasil karyanya itu. Dengan adanya keunikan produk yang dibungkus oleh passion penciptanya, ditambah dengan pasar yang besar yang membutuhkan produk tersebut, Ary berhasil menemukan rahasia keberhasilannya.
Ketiga, Ary cukup cerdas berpindah dari fase eksplorasi ide ke eksploitasi produk. Pada fase eksplorasi, Ary masih mencari-cari metode penyebaran ajaran dan pelatihan yang cocok. Namun ketika dia telah berhasil menemukan metode yang cocok, Ary langsung mempatenkan produknya dan menciptakan standar. Standar tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyebaran produknya (dalam hal ini, pelatihan). Di sini kita bisa belajar bahwa inovasi yang berhasil bukan melulu mengenai romantisme pencarian ide-ide baru, namun juga melibatkan kerja keras untuk menciptakan efisiensi dalam menyebarkan hasil produksi. Ary berhasil karena mampu menjalankan kedua fase tersebut dengan baik.
Ary dan ESQ-nya telah banyak menyumbang kemajuan SDM Indonesia. Tetapi, ternyata bukan itu saja yang bisa diajarkan Ary kepada kita. Kita juga bisa belajar bagaimana Ary mampu berinovasi dengan baik dan benar, walau dia mungkin tidak pernah belajar teori-teori mengenai inovasi. Dan mungkin itulah pelajaran terpenting mengenai inovasi: Teori-teori hanyalah permainan intelektual yang indah, tetapi pada akhirnya praktek dan implementasilah yang lebih penting. Ary pasti setuju dengan pernyataan tersebut.
“Teori-teori hanyalah permainan intelektual yang indah, tetapi pada akhirnya praktek dan implementasilah yang lebih penting.”
yup memang kebanyakan orang lebih menyukai belajar dai pengalaman, jadi istilahnya langsung praktek aja deh… dan ketika terjadi sesuatu yang salah mereka bisa belajar untuk membenahi.
Comment by agung — March 21, 2007 @ 12:34 pm
Analisis yang menarik dan berkualitas dari Pak Pin…Dan kalau bisa menambahkan dalam bahasa sederhana, saya juga melihat Ary Ginanjar diantaranya dari sisi Integritas, Learning Every Time, and Kerendahan Hati (tdk sombong, tdk Jaim, apa adanya….),dan kaderisasi….Ya…mengarah ke type pemimpin yang ideal…
Salam, -Nirma-
Comment by Nirma — April 16, 2007 @ 12:14 am
bapak Ary yang baik, bapak bisa ngga ngasih cara buat saya untuk bisa mengontrol eksistensi semangat? soalnya saya orangnya kadang2 mudah patah semangat.
Comment by agus nutul huda — April 22, 2007 @ 3:39 pm
bapak Ary Yang Baik,,Bagaimana caranya mengontrol emosional,ditempat kerja agar tidak sering stress dan bosen dan gimana cara menikmati hidup yang tenang nyaman…saya mohon solusinnya ya bapak.sebelumnya saya mohon terima kasih atas jawaban semuannya
Comment by Ike — April 25, 2007 @ 1:17 pm
ass. Pak….
Setelah saya mengikuti trining yang diadakan bapak di bdg tepatnya untuk level mahasiswa.. saya sebagai salah seorang mahasiswi UPI yang kebetulan mengikuti training bapak, saya merasa menjadi manusia yang baru… terima kasih atas segala ilmu nya..mudah2an bisa saya amalkan samapai tua…amin…
Comment by geeNa — May 6, 2007 @ 2:28 pm
saya sulit mengenali jati diri saya sendiri.saya menemukan ESQ ketika berada jauh di kampung buyung-buyung kecamatan tabalar kabupaten berau provinsi kalimantan timur.saya dari makassar ke kaltim baru kesurabaya mengikuti hari ESQ di GOR SURABAYA,saya butuh konsultasi lebih lanjut sama BAPAK tenteng ESENSI kehidupan.
Comment by agustiswan — May 21, 2007 @ 11:27 am
TOLONG DIJELASKAN KENAPA ESQ MENGGANDENG ANGKA 165 seperti “The Esq Way 165″. Terima Kasih ?
Comment by Achmad Ruhiyat — June 14, 2007 @ 3:18 pm
pa Ary, saya baru membaca resensi buku bapak di harian kompas dan saya sangat tertarik, sudah saya cari di beberapa tempat tapi ko susah sekali ya, dimana saya bisa memperoleh buku ESQ tersebut?mohon jawabannya…
Comment by eva — August 8, 2007 @ 8:03 pm
Aslkm pak Ary, Saya sangat takjub dengan metode training yang bapak temukan, keimanan saya tergugah setelah mengikuti training yang diadakan di padang.Saya hanya menyarankan kalau bisa biaya trainingnya dapat terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah,karena mereka juga perlu mendapatkan training seperti ini guna tercapainya Indonesia Emas 2020.Amin
Comment by Ade Chandra — October 15, 2007 @ 8:46 pm
Pak Ary saya mau tanya tentang ESQ buat mahasiswa, gimana?
Saya minta informasinya pak, bisa ga ya?
Karena lembaga kemahasiswaan fakultas kami berencana mengadakan acara tentang ESQ ini. jadi saya sangat mohon bantuannya.
Terimakasih banyak Pal Ari
Comment by Ade — October 19, 2007 @ 8:44 pm
165..1 ihsan 6 iman 5 islam….itulah tugas setiap manusia dimuka bumi dan nilai-nilai dari 165 itulah yang melandasi kita dalam berkehidupan didunia, sehingga kita tidak bisa memisah-misahkan sesuatu hal, apapun kegiatan manusia baik dibidang politik, pemerintahan, swasta dll haruslah dilandasi nilai-nilai spiritual yang terkandung dari 165 tsb.
demikian dan mudah-mudahan bisa membantu jika kurang puas saya sarankan mengikuti pelatihannya yang luar biasa.
salam
Comment by ed — October 26, 2007 @ 1:44 pm
maaf bapak saya gadis alumni ESQ saya sangat memerlukan sekali buku babak dalam versi inggris karena saya bermaksud memberikan kepada pacar saya di inggris. dia sangat intersting sekali sama bapak karena saya memberi taunya tentang ESQ dan dia berencana untuk mempelajari dan ingin berpindah keyakinan sama seperti saya. akan tetapi saya tidak mau dia pindah hanya karena saya.saya mau dia meyakini bahwa ALLAH itu ESA dan saya mau dia bisa jadi IMAM yang baik buat saya
tolong ya pak saya tunggu jawaban bapak
Comment by gadis — November 4, 2007 @ 2:28 pm