Bagaimana kampret terbang ke awang-awang
Seorang CEO, setelah berhari-hari memeras otak, akhirnya berhasil merumuskan strategi perusahaan untuk tahun depan. Dengan bangga, dia mendistribusikan rencana strategi tersebut ke seluruh karyawan. Tertarik untuk mendengar komentar dari tingkat terbawah, sang CEO meminta para manajer mengumpulkan pendapat dari bawahan mereka dan dilaporkan ke atas.
Di tingkat terbawah, para karyawan yang terkejut setelah membaca rencana tersebut berkoar-koar, “Kampret! Siapa pemabok yang membuat rencana ini? Ini tidak mungkin berhasil!”
Sang supervisor yang terpaksa melapor ke manajernya, berkata, “Mereka [para anak buah] mengatakan strategi tersebut ibarat sejenis binatang yang bisa terbang dan yang membuatnya adalah orang yang telah minum-minum. Ada kemungkinan, walau kecil, rencana ini akan berhasil.”
Sang manajer yang melapor ke kepala departemen mengatakan, “Mereka melihat strategi ini bagaikan sesuatu yang bisa terbang. Pembuatnya pasti minum-minum untuk merayakannya. Ada kemungkinan rencana ini bisa berhasil.”
Kepala departemen ke kepala divisi, “Mereka melihat strategi ini bakal terbang karena rencana ini bisa berhasil. Strategi tersebut harus dirayakan dengan minum-minum.”
Kepala divisi akhirnya menghadap sang CEO dan memberikan kabar gembira, “Mereka melihat strategi ini akan membuat perusahaan kita terbang ke awang-awang. Mereka percaya strategi ini pasti akan berhasil. Mereka sudah minum-minum untuk merayakannya!”
Sang CEO puas mendengarnya! Tersenyum-senyum dia membayangkan bonus gede yang akan diterimanya.