eXTReMe Tracker
if knowledge is power, then passion is the engine, body is the vehicle, and conscience is the driver

… tentang inovasi dan berpikir holistik

May 24, 2006

Wawancara dengan Ardian Poernomo

Filed under: Interviews — itpin @ 7:59 am

Sekali lagi, saya mencoba mengadakan wawancara via email dengan pemenang dua kali Google India Code Jam (tahun lalu dan tahun ini), Ardian Poernomo. Berikut hasil wawancara:

It Pin (IP): Bagaimana asal mulanya Anda tertarik dengan dunia programming?

Ardian (A): Hmm… mulai kenal programming sekitar umur 6 tahun. Waktu itu dikenalin papi. Yah.. habis itu belajar-belajar sendiri, coba-coba sendiri. Dulu di rumah ada beberapa buku, jadi bisa dicoba-coba.

IP: Bisa tolong ceritakan perjalanan Anda (dari pendaftaran) sehingga menjuarai Google India Code Jam (sebanyak dua kali)?

A: Kok kayaknya gak ada spesial ya.. hehe.. Sejak dari TOKI, memang rajin mengikutin lomba-lomba (terutama online yg gratisan). Karena lomba beginian tidak sering-sering amat, jadi ya begitu ada lomba, biasanya sudah banyak yg ngomongin, apalagi kalau ada hadiahnya :D :D :P . Ya kalau menang kalah itu kayaknya udah sering. Yang ikut juga itu-itu juga. Jadi (sebagian besar) sudah pernah ketemu di lomba, dan juga sering menang kalah juga. Kebetulan aja waktu lomba Google, aku yg menang. Ada hoki nya kali sama Google India ;)

IP: Bagaimana kualitas para programmer Indonesia bila dibanding dengan programmer dari negara lain?

A: In term of lomba beginian (algorithm), kualitas harusnya cukup bagus. Cuma memang gak banyak yang menekuni bidang ini.

IP: Apa saran Anda untuk para programmer Indonesia yang ingin mengikuti jejak Anda (berprestasi di dunia internasional)?

A: 1. latihan, 2. tekun, 3. enjoy ;) hehehehhee..

IP: Apa rencana Anda selanjutnya? Meneruskan kuliah atau langsung bekerja? Atau
sudah mendapatkan tawaran posisi dari Google atau perusahaan lain?

A: Meneruskan kuliah.

IP: Apakah tertarik untuk pulang kembali ke Indonesia dan mengembangkan dunia IT
tanah air?

A: Hahaha.. entar kalo sudah pinter d :P Ya mengembangkan IT Indo juga gak harus dari Indo juga kan.. Sekarang sekolah dulu biar pinter ;) . Soalnya kalau cuma pinter utek-utek algoritma gini, aplikasinya masih enggak jelas.

IP: Apakah ada perbedaan sistem pendidikan yang diperoleh di NTU (dan Singapura secara umum) dibandingkan di Indonesia? Apa yang Anda sukai dari sistem pendidikan di Indonesia dan Singapura?

A: Kalau kurikulumnya kayaknya gak beda. Bahkan textbooks nya ada beberapa yg sama kalau aku compare sama teman-teman di Indo. Yang pasti di sini, fasilitas (lab) lebih lengkap, Orangnya lebih tertib, habis itu teman-temannya lebih rajin (mungkin bayarnya mahal ya :P ). Lha, wong “normal”nya itu sebulan sebelum ujian sudah belajar tiap hari. Kalau yang rajin juga tiap hari sebelum dan sesudah kelas itu belajarrrrr melulu. Terus networkingnya lebih bagus. Soalnya sebagian besar tinggal di asrama, jadi mo ngapa-apain juga gampang.

IP: Mengapa memilih belajar di Singapura dan bukan ke negara lain seperti US?

A: Dulu daftar Singapura juga iseng-iseng :P . Eh, keterima hehe. Ya udah deh. Masuknya di Singapura bukan rencana. Kalau gak keterima juga kuliahnya di Indo. Kalau US kayaknya susah masuk.. Lagian dulu rapor aku gak bagus-bagus banget. Jadi kalau mau di univsitas favorit susah. Sudah gitu *sangat* mahal. Kalau masuk ke universitas yg biasa-biasa.. mending di Singapura aja kan?

IP: Cita-cita Anda 10 tahun kedepan?

A: Hehehe.. Gak tau deh. Sekarang sih sekolah dulu yg pinter :P . Belum pikir nanti mau kerja jadi apa.

• • •
 

May 12, 2006

Wawancara dengan Sindu

Filed under: Interviews — itpin @ 7:31 am

Menyusul keberhasilan Sindu di ajang TopCoder Open, saya mencoba melakukan wawancara singkat lewat email dengan Sindu. Beruntung, dia bersedia melakukannya. Hasil wawancara bisa dibaca di bawah dan semoga bisa membantu bagi Anda-Anda yang juga tertarik mengikuti jejaknya.

It Pin (IP): Darimana Anda belajar programming? Apakah didukung oleh pendidikan formal?

Sindu (S): Kebanyakan otodidak, pendidikan formal memberi dasar-dasar, sisanya banyak sekali belajar dari teman-teman di komunitas TopCoder/milis/sites programming yg lain.

IP: Apa yang membuat Anda tertarik dengan programming?

S: Tertariknya krn menarik :-) .

IP: Bisa tolong jelaskan secara ringkas apa itu TopCoder? Dan bagaimana ceritanya perjalanan Anda mengikuti kompetisi TopCoder Open sampai berhasil menjadi juara?

S: TopCoder adalah sebuah perusahaan AS yang menyelenggarakan kompetisi algoritma setiap minggunya online di website mereka. Selain itu mereka juga adalah perusahaan yang membuat software untuk client-client mereka dengan sistem dikompetisikan.

Setiap tahun mereka menyelenggarakan turnamen TopCoder Open dan TopCoder Collegiate Challenge (TCCC). TCCC terbuka untuk mahasiswa universitas dan untuk tahun 2006 bakal diadain di San Diego November ini. Jadi buruan buat para mahasiswa yang pengen ikutan mulai banyak-banyak latihan dari sekarang. Hehe kok jadi promosi.

Saya join di akhir 2003. Di TCO 2004 saya terpacu melihat ada org Filipina yg berhasil menembus final component development. Kalau Filipina aja bisa, kita juga bisa dong :-) . 2005 belum berhasil, puji Tuhan 2006 bisa.

IP: Menurut Anda, bagaimana kualitas programmer Indonesia dibanding negara2 lain seperti Rusia, Polandia, Cina, atau India?

S: Oh jelas gak kalah! Cuma menurut saya mereka (terutama India) lebih punya buanyak sekali kesempatan untuk mengembangkan diri di berbagai perusahaan IT yg buka cabang di sana.

IP: Dengan prestasi Anda tersebut, apakah Anda berniat mencari pekerjaan di luar negeri atau ada rencana lain?

S: Ya, kalau Tuhan menghendaki. Doain deh :-)

IP:Apa pesan2 Anda untuk para programmer tanah air yang ingin mengikuti jejak Anda (mencetak prestasi di dunia internasional?)

Enjoy programming, have fun, and never give-up. Di era Internet banyak kesempatan untuk maju.

• • •