Wawancara dengan Ardian Poernomo
Sekali lagi, saya mencoba mengadakan wawancara via email dengan pemenang dua kali Google India Code Jam (tahun lalu dan tahun ini), Ardian Poernomo. Berikut hasil wawancara:
It Pin (IP): Bagaimana asal mulanya Anda tertarik dengan dunia programming?
Ardian (A): Hmm… mulai kenal programming sekitar umur 6 tahun. Waktu itu dikenalin papi. Yah.. habis itu belajar-belajar sendiri, coba-coba sendiri. Dulu di rumah ada beberapa buku, jadi bisa dicoba-coba.
IP: Bisa tolong ceritakan perjalanan Anda (dari pendaftaran) sehingga menjuarai Google India Code Jam (sebanyak dua kali)?
A: Kok kayaknya gak ada spesial ya.. hehe.. Sejak dari TOKI, memang rajin mengikutin lomba-lomba (terutama online yg gratisan). Karena lomba beginian tidak sering-sering amat, jadi ya begitu ada lomba, biasanya sudah banyak yg ngomongin, apalagi kalau ada hadiahnya
:D
. Ya kalau menang kalah itu kayaknya udah sering. Yang ikut juga itu-itu juga. Jadi (sebagian besar) sudah pernah ketemu di lomba, dan juga sering menang kalah juga. Kebetulan aja waktu lomba Google, aku yg menang. Ada hoki nya kali sama Google India
IP: Bagaimana kualitas para programmer Indonesia bila dibanding dengan programmer dari negara lain?
A: In term of lomba beginian (algorithm), kualitas harusnya cukup bagus. Cuma memang gak banyak yang menekuni bidang ini.
IP: Apa saran Anda untuk para programmer Indonesia yang ingin mengikuti jejak Anda (berprestasi di dunia internasional)?
A: 1. latihan, 2. tekun, 3. enjoy
hehehehhee..
IP: Apa rencana Anda selanjutnya? Meneruskan kuliah atau langsung bekerja? Atau
sudah mendapatkan tawaran posisi dari Google atau perusahaan lain?
A: Meneruskan kuliah.
IP: Apakah tertarik untuk pulang kembali ke Indonesia dan mengembangkan dunia IT
tanah air?
A: Hahaha.. entar kalo sudah pinter d
Ya mengembangkan IT Indo juga gak harus dari Indo juga kan.. Sekarang sekolah dulu biar pinter
. Soalnya kalau cuma pinter utek-utek algoritma gini, aplikasinya masih enggak jelas.
IP: Apakah ada perbedaan sistem pendidikan yang diperoleh di NTU (dan Singapura secara umum) dibandingkan di Indonesia? Apa yang Anda sukai dari sistem pendidikan di Indonesia dan Singapura?
A: Kalau kurikulumnya kayaknya gak beda. Bahkan textbooks nya ada beberapa yg sama kalau aku compare sama teman-teman di Indo. Yang pasti di sini, fasilitas (lab) lebih lengkap, Orangnya lebih tertib, habis itu teman-temannya lebih rajin (mungkin bayarnya mahal ya
). Lha, wong “normal”nya itu sebulan sebelum ujian sudah belajar tiap hari. Kalau yang rajin juga tiap hari sebelum dan sesudah kelas itu belajarrrrr melulu. Terus networkingnya lebih bagus. Soalnya sebagian besar tinggal di asrama, jadi mo ngapa-apain juga gampang.
IP: Mengapa memilih belajar di Singapura dan bukan ke negara lain seperti US?
A: Dulu daftar Singapura juga iseng-iseng
. Eh, keterima hehe. Ya udah deh. Masuknya di Singapura bukan rencana. Kalau gak keterima juga kuliahnya di Indo. Kalau US kayaknya susah masuk.. Lagian dulu rapor aku gak bagus-bagus banget. Jadi kalau mau di univsitas favorit susah. Sudah gitu *sangat* mahal. Kalau masuk ke universitas yg biasa-biasa.. mending di Singapura aja kan?
IP: Cita-cita Anda 10 tahun kedepan?
A: Hehehe.. Gak tau deh. Sekarang sih sekolah dulu yg pinter
. Belum pikir nanti mau kerja jadi apa.