|

Peranan Tidur Dalam Pembelajaran

Berikut adalah artikel tambahan untuk buku ‘Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya‘. Artikel ini bisa dibaca lepas, namun Anda dianjurkan untuk membaca buku Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya terlebih dahulu bila ingin mendapatkan pengertian yang lebih mendalam:

Apakah Anda masih ingat salah satu artikel di Bab 1 buku Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya yang menjelaskan pentingnya tidur bagi para siswa akademi musik di Berlin Barat atau mereka yang menjalani deliberate practice? Apa fungsi dari tidur dalam pencapaian keahlian? Apakah tidur dibutuhkan semata-mata agar tubuh fisik kita bisa beristirahat dan memulihkan kesegaran?

Pada tahun 1996, sekelompok ilmuwan yang ingin menjawab pertanyaan tersebut mengambil seekor tikus. Mereka mamasukkan kabel-kabel ke dalam kepala tikus yang terpilih ini, dan kabel-kabel tersebut disambung ke alat pencatat. Kabel-kabel tersebut dipasang untuk “mendengarkan” aktivitas sekitar 500 neuron-neuron dalam kepala tikus tersebut. Tikus malang ini kemudian diminta untuk berkelana ke dalam sebuah labirin. Setelah itu, tikus kita tersebut diperbolehkan untuk tidur siang, dengan kabel-kabel yang tetap terpasang di dalam kepalanya dan tersambung ke alat perekam.

Saat tikus tersebut berkelana di dalam labirin, alat perekam tersebut mencatat aktivitas neuron-neuron sang tikus yang sedang “mempelajari” labirin tersebut. Serangkaian neuron aktif berdasarkan urutan yang spesifik selama pembelajaran tersebut. Setelah itu, setiap kali tikus tersebut masuk ke dalam labirin, rangkaian neuron-neuron yang sama akan aktif kembali. Rangkaian tersebut kelihatannya merupakan pola pikiran yang mewakili labirin di dalam otak tikus.

Hal paling menarik terjadi ketika tikus kita tertidur. Lewat alat perekam tersebut, terdengar pola yang sama terulang kembali. Pengulangan tersebut bukan sekali, dua kali, atau sepuluh kali. Bukan juga seratus kali. Pola tersebut aktif ribuan kali dengan kecepatan yang tinggi. Kelihatannya tidur memungkinkan tikus tersebut mengulangi pelajaran yang mereka dapatkan dan pelajaran tersebut dikonsolidasikan ke memori jangka panjang mereka. Bila salah satu ciri utama dari deliberate practice adalah pengulangan pola yang dilakukan berkali-kali sehingga sempurna, maka tidur memungkinkan pengulangan tersebut terjadi kembali, ribuan kali.

Satu hal menarik lagi yang terjadi adalah, jika di tengah-tengah proses konsolidasi tersebut tikus tersebut tiba-tiba dibangunkan, keesokan harinya tikus tersebut akan melupakan labirin tersebut. Pelajarannya terlupakan.

Tentu saja Anda layak bertanya: apakah hal yang sama juga berlaku untuk manusia? Jawabannya? Tentu saja. Malah pada manusia, prosesnya lebih kompleks. Dalam tidur, kita juga mengulangi pengalaman harian kita selama tidur. Namun berbeda dengan tikus, pengalaman yang emosional akan diulangi pada beberapa tahap dalam tidur.

Jadi itulah fungsi tidur dalam pembelajaran. Tidur ternyata bukan sekedar untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga untuk mengkosolidasikan pelajaran dan pengalaman harian kita. Riset-riset tentang tidur dan pembelajaran selama tidur masih terus dilakukan agar kita bisa mengetahui lebih banyak lagi, termasuk apakah proses pembalutan axon oleh myelin lebih intensif terjadi selama fase tidur (peranan penting myelin dalam pencapaian kegeniusan sudah kita bahas di Bab 2 buku Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya). Setidaknya, kita sekarang bisa memaklumi bila individu yang belajar dan berlatih keras membutuhkan tidur yang lebih banyak. Bagi mereka, tidur bukanlah kegiatan malas-malasan, namun merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pengembangan keahlian kelas dunia.

Selain tidur malam yang panjang, tidur siang kelihatannya juga sangat membantu peningkatan ketrampilan. Sebuah studi dari NASA menunjukkan tidur siang selama 26 menit bisa meningkatkan kinerja pilot hingga 34 persen. Sebuah studi lain yang dilakukan oleh Matthew A. Tucher dari Harvard Medical School menunjukkan tidur siang 45 menit bisa meningkatkan kinerja memori deklaratif (yaitu memori jangka panjang yang menyimpan data dan fakta). Penelitian tersebut didukung oleh penelitian lain yang dilakukan oleh sesama rekannya di Harvard Medical School, Jeffrey M. Ellenbogen dan Robert Stickgold. Ellenbogen dan Stickgold membuktikan mahasiswa yang tidur cukup setelah belajar dan sebelum ujian akan mendapatkan nilai rata-rata yang lebih baik.

Banyak teori yang berusaha menjelaskan hubungan antara tidur dengan konsolidasi memori jangka panjang. Salah satu teori mencoba menghubungkan sintesis kolesterol yang terjadi selama proses tidur. Apa hubungannya kolesterol dengan memori jangka panjang? Bagi Anda penggemar makanan berkolesterol, setidaknya paragraf ini bisa mengurangi rasa bersalah Anda. Kolesterol, di balik citranya yang buruk selama ini, ternyata adalah bahan utama pembentuk myelin. Tentu saja bila Anda terbukti sudah memiliki cadangan kolesterol yang banyak, jangan menjadikan paragraf ini sebagai alasan untuk melanjutkan gaya hidup hedonis Anda. Untuk membentuk myelin, yang dibutuhkan hanyalah kolesterol secukupnya, dalam jumlah yang normal.

Teori lain mengajukan alternatif bahwa selama periode tidur yang disebut REM (rapid eye movement, fase tidur di mana mata kita bergerak dengan cepat), otak kita akan membuang atau melemahkan koneksi-koneksi sinaptik yang tidak dibutuhkan. Hanya memori yang dianggap penting akan dibiarkan atau diperkuat koneksinya. Dengan demikian, memori menjadi lebih efisien.

Tentu saja upaya membuktikan teori mana yang benar masih sulit dibuktikan, setidaknya dalam jangka waktu dekat ini. Akan tetapi, hampir semua ahli sependapat, tidur memang membantu pembelajaran dan konsolidasi memori.

(Untuk artikel terkait lainnya, silakan ke laman resmi “Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya“)

Leave a Reply

Recently Commented

  • cholid: Pak saya sudah menunggu sejak lama akhirnya terbit juga saya sudah pre-order dari buku pertama selesai di...
  • irpan Salehuddin: Banyak inovasi-inovasi canggih di Indonesia yang berhenti ditengah jalan terbentur masalah...
  • rudiath7: Wah keren banget artikelnya.. sangat2 inspiratif. Makasih saya jadi nambah ilmu. Sepertinya jadi tahu...
  • devi: Sy nggak sabar untuk baca buku selanjutnya :D
  • admin: @viavi: u/ jadwalnya semuanya tergantung dari pihak penerbit. kita doakan saja semoga bisa cepat :) sementara...